Bahaya Mega – Prabowo

ONEINNEWS.COM - Pemilu masih menyisakan waktu 3 tahun lagi. Masa bakti Presiden Jokowi sampai tahun 2024. Tapi riak politik sudah mulai ter...



ONEINNEWS.COM - Pemilu masih menyisakan waktu 3 tahun lagi. Masa bakti Presiden Jokowi sampai tahun 2024. Tapi riak politik sudah mulai terasa menuju Pilpres tahun 2024 nanti. Berbagai kandidat yang diprediksi akan ikut meramaikan Pilpres nanti mulai terlihat pergerakannya.

Anies Baswedan mengunjungi Khofifah di Jawa Timur, Anies memuji keberhasilan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Dan baru-baru ini Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono diantar Ridwan Kamil menggunakan motor ke daerah Ciumbuleuit.

Tidak ketinggalan elit partai senior, Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Umum partai besar yaitu PDIP diundang Menhan Prabowo Subianto untuk meresmikan patung Presiden Soekarno.


 
Kejadian-kejadian ini seolah sinyal kepada masyarakat Indonesia bahwa para elit partai, dan orang-orang yang diprediksi akan ikut meramaikan Pilpres mulai bergerilya. Mereka mulai membaca peta kekuatan dan mencari pasangan ideal untuk pencapaian karir politik seterusnya.

Pertemuan Megawati dengan Prabowo yang begitu akrab disinyalir sebagai sinyal politik bahwa mereka akan berkoalisi demi kepentingan politik tahun 2024 nanti. Bahkan Mohammad Mochtar yang merupakan Ketua Deklarasi Mega Pro tahun 2009 mengeluarkan gagasan cukup mengagetkan. Mochtar berharap Mega-Prabowo kembali berduet untuk Pilpres 2024 nanti. Mochtar menganggap bahwa duet Mega-Prabowo tahun 2009 merupakan kesuksesan yang tertunda.

Menurut saya, gagasan ini cukup sulit terjadi. Karena baik Megawati maupun Prabowo tidak akan mau jika dirinya maju di Pilpres 2024 di posisi Calon Wakil Presiden (Cawapres).

Megawati merupakan Ketua Umum partai besar partai yang mampu memenangkan Pemilu 2 kali berturut-turut. Megawati juga berhasil mendorong Joko Widodo dari seorang Wali Kota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta bahkan menjadi Presiden RI 2 periode. Pencapaian yang luar biasa bagi seorang King Maker.

Megawati tidak akan mau maju sebagai Cawapres di Pilpres 2024 baik menang apalagi jika kalah. Pasti akan memalukan. Selama ini Megawati merupakan King Maker andal, tapi untuk langsung maju perlu pemikiran lebih matang lagi.


 
Prabowo Subianto pun saya kira tidak akan mau maju di Pilpres hanya sebagai Cawapres. Apalagi tahun 2024 merupakan tahun emas bagi Prabowo. Karena baru kali ini Prabowo mempunyai elektabilitas tak tertandingi. Kemungkinan menang sebagai Presiden RI sangat besar apalagi jika mempunyai pasangan yang tepat.

Bagi saya jika terwujud duet maut Mega – Prabowo cukup membahayakan bagi perpolitikan tanah air. Pertama jika duet ini terbentuk maka akan menciutkan partai politik lain untuk membentuk atau mewujudkan duet tandingan. Kemungkinan hanya akan ada satu pasangan Capres dan Cawapres yaitu Mega-Prabowo.

Secara Mega Prabowo akan di dukung dua partai besar yang sebelumnya bermusuhan. Megawati dengan PDIP nya dan Prabowo dengan Partai Gerindra-nya. Partai politik lain akan berpikir ulang jika harus melawan Megawati – Prabowo. Mereka harus pasti menyadari bahwa duet maut Mega – Prabowo sangat kuat, baik dari individunya maupun dukungan partai politik.

Jika ini terjadi, jika benar tidak ada partai politik lain yang mau berkoalisi di luar pasangan Mega-Prabowo, maka akan lahir pasangan tunggal. Pasangan Mega-Prabowo hanya akan berjuang sendirian. Hal ini membahayakan kualitas demokrasi negara kita.

Partai politik yang pasti atau kemungkinan besar selalu jadi oposisi ya PKS. Sedangkan PKS sekarang merupakan partai kecil yang harus berkoalisi dengan banyak partai politik lain jika ingin mengusung pasangan Capres dan Cawapres sendiri.

Menurut pengamatan saya, biasanya partai politik yang bersedia dan selalu menemani PKS adalah Partai Gerindra. Sedangkan sekarang Partai Gerindra sudah bergabung dengan PDI Perjuangan. PKS akan kesulitan mencari kawan koalisi.

Partai Golkar, Partai Hanura, PKB, Nasdem belum terbiasa berkoalisi dengan PKS. Walaupun dalam politik semua hal bisa terjadi. Tapi PKS mencari teman koalisi untuk membentuk pasangan Capres dan Cawapres tandingan akan cukup sulit.

Kedua, jika Mega-Prabowo terwujud, bangsa Indonesia kehilangan Presiden yang merakyat seperti Presiden Jokowi. Presiden Jokowi selama ini dikenal sebagai Presiden selera rakyat. Sehingga Prabowo kesulitan mengalahkan Jokowi 2 kali berturut-turut.

Kandidat pemimpin yang cukup dekat dengan rakyat versi saya adalah Ridwan Kamil, dan Ganjar Pranowo. Tapi Ridwan Kamil bukanlah orang partai sehingga cukup sulit maju di Pilpres sebagai Capres paling banter ya jadi Cawapres.

Begitu kira-kira.



S:Adin seword


Nama

Berita,1649,Internasional,131,kesehatan,4,Nasional,1562,O,4,OPINI,19,Pilihan Editor,4,Religi,2,
ltr
item
ONEinNews.com : Bahaya Mega – Prabowo
Bahaya Mega – Prabowo
https://1.bp.blogspot.com/-2wQ8b2mcX9A/YL-D8vpSL2I/AAAAAAAAOmY/QJnFgKO1tFweEE2E8cwn8r99YDqyIMiywCLcBGAsYHQ/w640-h360/EjMYUPqLnQ-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-2wQ8b2mcX9A/YL-D8vpSL2I/AAAAAAAAOmY/QJnFgKO1tFweEE2E8cwn8r99YDqyIMiywCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h360/EjMYUPqLnQ-feature.jpeg
ONEinNews.com
https://www.oneinnews.com/2021/06/bahaya-mega-prabowo.html
https://www.oneinnews.com/
https://www.oneinnews.com/
https://www.oneinnews.com/2021/06/bahaya-mega-prabowo.html
true
779480630151985486
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy