Diskriminasi Suku Madura oleh Pemprov Jatim, Kami Makin Yakin Pisah

ONEINNEWS.COM - Pemkot Surabaya ini emang ga tau malu. Mereka melakukan diskriminasi terhadap warga Madura hanya karena ada kasus satu oran...



ONEINNEWS.COM - Pemkot Surabaya ini emang ga tau malu. Mereka melakukan diskriminasi terhadap warga Madura hanya karena ada kasus satu orang dokter meninggal dunia. 

Penyekatan dan pemeriksaan kepada seluruh warga yang melintasi jembatan Suramadu terlihat seperti perayaan. Warga Madura dianggap berbahaya, harus diperiksa dan dipastikan negatif copid.

Padahal, Surabaya itu bisa dimasuki dari Gresik dan Sidoarjo. Kenapa mereka tidak membuat penyekatan di pintu masuk dari Gresik dan Sidoarjo? Memeriksa semua orang yang mau masuk Surabaya.

 Bukankah di Gresik dan Sidoarjo juga ada banyak kasus copid. Bahkan sebelum ini, jauh lebih banyak dibanding Madura?

Lagipula, kasus di Bangkalan itu hanya satu kabupaten. Madura terdiri dari 4 kabupaten. Kalau hanya gara-gara di Bangkalan ada dokter meninggal dunia, kenapa yang disekat dan diperiksa adalah semua orang dari Madura secara keseluruhan? Lagipula, emangnya dokter ga boleh meninggal? Bukankah setiap tahun selalu ada banyak dokter yang meninggal dunia dan itu biasa saja?
 
Lalu sekarang, setelah dua minggu mereka melakukan penyekatan, apa yang dihasilkan? Lonjakan kasus? Ternyata ngga. Lonjakan kematian? Ngga juga. Mayoritas masyarakat tetap beraktifitas normal dan sehat-sehat saja.

Di beberapa tulisan sebelumnya, saya sudah mengingatkan. Bahwa warga Madura berbeda dengan warga Bali. Orang Madura bukan tipe orang yang bisa ditekan dan ditakut-takuti. Semakin ditekan, semakin mereka berani.

Dan peringatan saya kemaren sudah ‘meledak’ di pos penyekatan Suramadu. Warga mengobrak-abrik tempat tes dan memukul mundur seluruh penjaga dan aparat yang bertugas.

Jujur saya tidak bangga dengan sikap keras yang merusak seperti itu. Tapi saya tahu bahwa saudara-saudara saya di Madura, bukan orang yang bisa dipaksa-paksa dengan aturan yang tidak masuk akal.

Setahun lebih warga Madura hidup normal. Tidak ada yang pakai masker kecuali PNS. Pasar tak pernah tutup. Sekolah juga buka, meski diam-diam. Diakali, siswa diminta mengenakan baju biasa, bukan seragam, agar samar.
 
Maka kalau sekarang orang Madura mau dites, disekat, itu jelas tidak masuk akal. Ya gimana, udah setahun lebih kami hidup normal, kok baru mau disekat dan dites sekarang?

Bagaimanapun saya ini hanya warga biasa. Saran saya juga gratis saja. Tidak harus diikuti. Tapi percayalah bahwa akan selalu ada konsekuensi.

Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim mesti menyadari, bahwa pemberontakan di posko penyekatan Suramadu terjadi tanpa komando. Itu terjadi secara spontan dan tiba-tiba. Pertanyaannya, bagaimana kalau ada yang komando?

Ijin penyekatan mestinya berakhir hari ini. Namun nampaknya Pemprov ingin memperpanjang sampai Idul Adha. Dan sekali lagi, dari saya ya bebas saja. Mau dilakukan sampai kiamat juga tak masalah. Tapi sekali lagi, hati-hati. Kesabaran orang ada batasnya. Tidak ada jaminan bahwa dalam beberapa hari ke depan, tidak akan ada perlawanan.

Tapi dari kasus ini saya semakin yakin bahwa Madura harus lepas dari Jawa Timur. Madura selama ini dianaktirikan. Minim pembangunan. Lalu sekarang didiskriminasi dengan alasan yang tidak masuk akal.

Khofifah mestinya ngaca. Bahwa dia sudah melakukan perayaan hari ulang tahun dan melanggar protokol kesehatan. Eri Cahyadi juga mestinya sadar bahwa warga bonek merayakan hari ulang tahun dengan puluhan ribu orang. Tapi yang kalian kejar-kejar hanya orang Madura.

Kenapa kalian ga tes bonek yang berkumpul merayakan hari ulang tahunnya? Kenapa kalian ga tes orang-orang yang berkumpul di rumah khofifah merayakan ulang tahun?

Kalian mengeluh rumah sakit penuh. Tapi kenapa malah yang dilakukan adalah mencari tambahan pasien dari orang-orang sehat yang beraktifitas di jalanan? Bukankah sebaiknya kalian urus penambahan tempat? Fokus pada penyembuhan agar pasien berkurang. Bukan malah nyari tambahan pasien.

Kalau soal limpahan pasien dari Madura, itu sudah terjadi sejak jaman Seoharto. Kalau kalian baru mengeluhkannya sekarang, itu jelas propaganda.

Tapi pada akhirnya memang kalian lah yang punya kekuasaan. Bebas untuk mengeluarkan aturan atau kebijakan. Namun ketika alarm sudah berbunyi, pemberontakan sipil sudah terjadi, mestinya kalian lebih hati-hati dan introspeksi diri. Bukan malah makin menjadi-jadi.

Masih ada waktu untuk berubah. Masih ada waktu sebelum karma sampai pada Khofifah. Karena isu data penerima bansos tidak tepat sasaran lambat laun juga akan menyasar Gubernur Jatim. Begitulah kura-kura.


 
S: Alifurrahman


Nama

Berita,1649,Internasional,131,kesehatan,4,Nasional,1562,O,4,OPINI,19,Pilihan Editor,4,Religi,2,
ltr
item
ONEinNews.com : Diskriminasi Suku Madura oleh Pemprov Jatim, Kami Makin Yakin Pisah
Diskriminasi Suku Madura oleh Pemprov Jatim, Kami Makin Yakin Pisah
https://1.bp.blogspot.com/-5GRS2KdTV2M/YM4Ansf5nhI/AAAAAAAAPCg/f-uAfMG9i_44emji9RngVZWiw56PsLszwCLcBGAsYHQ/w640-h362/Screenshot_2021-06-19-21-33-51-82.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-5GRS2KdTV2M/YM4Ansf5nhI/AAAAAAAAPCg/f-uAfMG9i_44emji9RngVZWiw56PsLszwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h362/Screenshot_2021-06-19-21-33-51-82.jpg
ONEinNews.com
https://www.oneinnews.com/2021/06/diskriminasi-suku-madura-oleh-pemprov.html
https://www.oneinnews.com/
https://www.oneinnews.com/
https://www.oneinnews.com/2021/06/diskriminasi-suku-madura-oleh-pemprov.html
true
779480630151985486
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy