Kalau Muannas Al-Aidid Yang Melaporkan, Haikal Hassan Pasti Kepanikan, Terus Pura-Pura Oon

ONEINNEWS.COM - OMDO ASBUN itu orang-orang yang hobi teriak-teriak "Laporkan!" setiap kali mereka menemukan seseorang yang menyeb...



ONEINNEWS.COM - OMDO ASBUN itu orang-orang yang hobi teriak-teriak "Laporkan!" setiap kali mereka menemukan seseorang yang menyebarkan berita hoax dan macam-macam. Kalau ditanya, kenapa tidak kamu saja yang lapor, jangan cuma bisanya berteriak! Apa jawaban mereka? Ini deliknya umum, tanpa laporan polisi harusnya bergerak. Disangkanya urusan polisi cuma ngurusin berita hoax doang????

Kalau saya lihat, sosok-sosok nasional yang hobi membuat laporan polisi itu ada Dewi Tanjung, Novel Bamukmin (Ah Si Novel Bamukmin mah cuma ngegertak aja kalau teriak "saya akan melaporkan". Akan... akan... akan... tapi ga pernah dilakukan), ada Muannas Al-Aidid, dan beberapa nama lain yang saya tidak ingat.

Namun dari 3 nama yang sering melakukan pelaporan, rasanya hanya laporan Muannas Al-Aidid, yang kelanjutan proses hukum dari laporannya terdengar atau terbaca, walaupun tidak semua. Laporan-laporan polisi yang dilakukan oleh Dewi Tanjung, walaupun pada awalnya dia mempelihatkan bukti surat laporan polisinya, tapi bagaimana proses hukumnya berjalan, tak pernah terdengar atau terbaca. Atau saya yang tidak menengok akun media sosialnya, dan Dewi Tanjung mengunggah follow up dari kasus-kasus yang dia laporkan di sana. Entahlah...


 
Yang pasti, saya melihat banyak orang yang menanggap bahwa "melaporkan" seseorang ke kepolisian itu seperti semudah mereka membalikkan tangan, tapi tetap saja tidak bertindak. Ibarat, Teriaknya full, pahamnya seperempat, aksinya nol besar.

Muannas Al-Aidid, adalah seorang yang memiliki latar belakang akademis Hukum, sama dengan Novel Bamukmin. Bedanya, Muannas Al-Aidid, menggunakan ilmunya untuk meluruskan hal yang bengkok atau tidak lurus, sementara Novel Bamukmin menggunakan ilmunya cuma untuk menggertak lawan. Keduanya selalu menampilkan diri sebagai Pengacara. Bedanya, Muannas Al-Aidid, ketika berbicara isi perkataannya mencerminkan dirinya seorang yang paham hukum, sementara Novel Bamukmin yang terlihat cuma emosinya semata.

Back to masalah lapor melaporkan orang ke kepolisian, sejujurnya saya kasih tahu, tidak semudah yang kalian kira. Bukan karena jargon "Polisi membela yang bayar" atau "Hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah". Sedianya jargon-jargon itu hanya mengikat oknum. Cuma mungkin, saking banyaknya oknum di tubuh kepolisian Indonesia, kita sampai sulit untuk bisa melihat polisi yang bersih dan lurus.


 
Ya, membuat laporan polisi itu, memang mudah, yang sulit adalah bagaimana kita bisa menjaga dan memantau laporan yang kita buat. Kenapa menjaga dan memantau laporan kita di kepolisian itu tidak mudah? Karena minimalnya kita harus mau meluangkan waktu untuk bolak-balik ke kantor polisi menanyakan atau meminta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan atau SP2HP. Banyak pemilik perkara atau si pelapor berpikir, kalau mereka sudah melaporkan satu kasus ke kepolisian, lalu setelah itu polisilah yang harus mendatangi mereka (pelapor) untuk melaporkan perkembangan penyelidikan. Pada fakta lapangannya tidak begitu Ferguso...

Terkait banyaknya orang yang membuat informasi-informasi palsu pada media elektronik yang menyesatkan publik, UU ITE mengatur bahwa pencemaran nama baik merupakan delik aduan, yang akan diproses hukumnya jika yang bersangkutan melakukan pelaporan. Dalam hal delik aduan, polisi akan bersikap pasif menunggu kecuali ada pasal lain yang bisa diterapkan seperti dalam kasus Ratna Sarumpaet, yang jelas berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan di masyarakat. Dalam kasus Ratna Sarumpaet, polisi saat itu menerbitkan laporan model A. Namun, pada kasus-kasus lain, seperti kasus cuitan yang dilakukan oleh Haikal Hassan atau Neno Warisman, walaupun perkara kedua orang ini termasuk pada delik umum, tetapi untuk menghindari tuduhan intervensi politik, polisi bersikap menunggu hingga ada pihak masyarakat yang datang melakukan pelaporan. Disinilah sosok-sosok seperti Muannas Al-Aidid, Dewi Tanjung atau bahkan Novel Bamukmin sekalipun, muncul mengisi kekosongan.

Itu sebabnya kita sering menemukan pihak-pihak yang aneh, tak berhubungan dan datang dari daerah antah berantah, tiba-tiba melaporkan seorang tokoh nasional atau bahkan pejabat negara atas pernyataan mereka.

Kok saya bisa mengatakan demikina? Ya saya tanya langsung sama Pak Polisi, "Pak Polisi, saya mau bertanya, ketika suatu tindak pidana itu memiliki delik umum, seperti misalnya adanya hoax tentang dana haji, atau fitnah terkait isu nasional, atau cuitan-cuitan di media sosial yang mengandung unsur fitnah, apa yang menjadi pertimbangan polisi untuk tidak melakukan tindakan pada pelaku hoax tersebut?".

Sederhana kan? Ngga tahu ya tanya saja langsung ke kantor polisi.

Jadi, orang-orang itu, terutama Kadal Gurun, yang hobi membuat komentar atau pernyataan yang ngaco, seperti contohnya pernyataan yang sering dibuat oleh Tengku Zul (alm), tidak pernah ditangkap, bukan orang-orang yang kebal hukum, tapi karena tidak ada masyarakat yang tergerak untuk melakukan pelaporan atas ulah mereka. Masyarakat kita ini hanya jago berteriak, tapi nol besar untuk bertindak.

Untuk itu, sekarang mari kita semua mendukung aksi pelaporan yang dilakukan oleh Muannas Al-Aidid, atas Haikal Hassan terkait dana haji. Next, kita harapkan ada orang lain yang juga melaporkan Neno Warisman. Semoga mereka-mereka yang mau bertindak melaporkan, mengorbankan waktu, tenaga dan uang, bisa istiqomah dengan pelaporan polisinya.

Semoga.




S: Erika Ebener


Nama

Berita,1649,Internasional,131,kesehatan,4,Nasional,1562,O,4,OPINI,19,Pilihan Editor,4,Religi,2,
ltr
item
ONEinNews.com : Kalau Muannas Al-Aidid Yang Melaporkan, Haikal Hassan Pasti Kepanikan, Terus Pura-Pura Oon
Kalau Muannas Al-Aidid Yang Melaporkan, Haikal Hassan Pasti Kepanikan, Terus Pura-Pura Oon
https://1.bp.blogspot.com/-r1ZnKrf6_2I/YL5DPkNhXiI/AAAAAAAAOj8/pR3Q18D2HBcNT11K3-_fQAwjAX15l9LWQCLcBGAsYHQ/w640-h402/qGdnPoS7fr-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-r1ZnKrf6_2I/YL5DPkNhXiI/AAAAAAAAOj8/pR3Q18D2HBcNT11K3-_fQAwjAX15l9LWQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h402/qGdnPoS7fr-feature.jpeg
ONEinNews.com
https://www.oneinnews.com/2021/06/kalau-muannas-al-aidid-yang-melaporkan.html
https://www.oneinnews.com/
https://www.oneinnews.com/
https://www.oneinnews.com/2021/06/kalau-muannas-al-aidid-yang-melaporkan.html
true
779480630151985486
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy