Pak Ustad, Mending Mikir Lagi Deh Buat Laporin Eko Kuntadi....

ONEINNEWS.COM - Adalah sesuatu yang paling sangat amat berbahaya sekali di seluruh dunia dan akherat. Jangan dipikir, kalau orang sudah mat...



ONEINNEWS.COM - Adalah sesuatu yang paling sangat amat berbahaya sekali di seluruh dunia dan akherat.

Jangan dipikir, kalau orang sudah mati, lalu urusan uang ini tak terbawa ke akherat. 

Di dalam Islam disebutkan, hal yang paling memberatkan orang yang meninggal adalah hutang. 

Dan hutang itu dikonotasikan pada uang. Kalau hutang janji, saya tidak paham hukumnya. 

Tapi kalau janji itu diberikan dalam bentuk uang, mungkin itupun bisa dikatagorikan hutang, asli saya tidak tahu, masih harus cari tahu dulu. 

Tapi kalau janji perbuatan, ya gimana... orangnya sudah meninggal, apa yang bisa dilakukan?

Atas kejadian murkanya Ustad Adi Hidayat, karena dia merasa namanya dicemarkan oleh Eko Kuntadi terkait masalah pengumpulan uang sumbangan dari masyarakat umum untuk membantu korban perang di Palestina, sikap murka sang ustad ini, malah menimbulkan kecurigaan banyak pihak. 

Mengapa dia harus murka sampai mengancam akan melaporkan Eko Kuntadi ke Polisi? Apa yang dijadikan alasan pelaporan? Cuitan Eko Kuntadi yang mengomentari 2 berita media mainstream? Apa salahnya orang ikut bersyukur atau berucap "Alhamdulillah" atas terkumpulnya sumbangan dari masyarakat umum yang begitu buanyak sekali?

Media Republika.com, pada tanggal 24 Mei 2021, melansir berita dengan judul "Enam Hari, UAH Himpun Rp 30 Miliar untuk Palestina" klik di sini untuk baca beritanya. Paragraf pertamanya menuliskan :

"Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengajak masyarakat untuk berdonasi melalui Ma'had Islam Rafiatul Akhyar (MIRA) untuk membantu bangsa Palestina. Sekitar enam hari, MIRA dapat menghimpun Rp 30 miliar donasi dari rakyat Indonesia untuk Palestina".

"Di samping itu, kami mengimbau untuk mengumpulkan donasi ditampung oleh MIRA. Kami mulai sejak 16 Mei 2021 dan kami tutup pada Sabtu, 22 Mei 2021, kurang lebih berlangsung selama enam hari," kata Ustaz Adi saat konferensi pers penyerahan donasi secara simbolis dari Ustaz Adi Hidayat kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron, Palestina, Senin (24/5). Ustaz Adi menginformasikan, dalam jangka waktu tersebut telah terkumpul Rp 30.880.110.889,54 (Rp 30 miliar). Penggalangan dana pun disetop untuk direkapitulasi agar bisa diaudit dan disampaikan kepada publik.

Nah, caption di atas kedua potongan berita itu, Eko Kuntadi menulis "Alhamdulillah. Terkumpul Rp 60 M, Diserahkan Rp 14.3 M. Sorry Rp 30 M". Pencemaran nama baiknya dimana, Pak Ustad? Pak Ustad mau menjerat Eko Kuntadi dengan UU apa? UU ITE atau KUHP atas pencemaran nama baik?

Tak hanya bahwa kalimat pada caption yang ditulis Eko Kuntadi TIDAK MENGANDUNG UNSUR PENCEMARAN NAMA BAIK, dikatakan laporan itu dipaksakan PUN tetap saja Eko Kuntadi punya senjata lebih besar dan lebih ampuh dibanding pasal-pasal yang dipersangkakan.


 
Alih-alih para pendukung Ustad Adi Hidayat menuduh Eko Kuntadi akan ngeles dengan materei 1000, yang ada, Ustad Adi yang harus minta maaf pada Eko Kuntadi karena telah mencemarkan nama baiknya dengan tuduhan telah melakukan fitnah.

Mengapa demikian? Karena Negara telah menyediakan mekanisme pengawasan publik atas kepentingan umum guna menjaga keamanan dan keselamatan harta dari rakyat Indonesia. Dan itu tertuang pada Pasal 310 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Yang bunyinya kurang lebih seperti ini, bahwa bukan menjadi sebuah tindak pidana pencemaran nama, jika suatu pemberitaan yang dilakukan secara tertulis, dapat dijelaskan dan/atau dibuktikan". Mengapa saya bisa hapal? Karena 3 tulisan saya di Seword tentang kejahatan sebuah yayasan asing, digugat rekonvensi oleh si yayasan. Dan saya senaaaaaang sekali, karena dengan berpegang pada Pasal 310 ayat (3), saya mendapatkan panggung untuk menjelaskan dan membuktikan seluruh hal yang saya tuliskan di 3 artikel saya di Seword.

Saya tidak semena-mena menulis tentang kejahatan yayasan itu tanpa pemikiran jangka panjang. Ada 1001 saran, pendapat dan pandangan hukum berdiri di belakang saya. Dan saya, yang bukan seorang pengacara, yang hanya seorang ibu rumahtangga, yang kebetulan menjadi pemerhati pendidikan nasional Indonesia, berusaha menginterprestasikan apa yang mereka tuturkan di tengah persidangan. Sayangnya, putusan hakim meng-N.O.-kan gugatan saya....

Anyway...

Berkaca pada apa yang saya alami, saya pun berkeyakinan, jika Ustad Adi Hidayat meneruskan ancamannya melaporkan Eko Kuntadi, yang ada, sidang di pengadilan malah menjadi panggung terbuka untuk Eko Kuntadi. Setelah itu, Eko bisa duduk manis di kursi penonton saat giliran kubu sang ustad harus pula membuktikan namanya telah dicemarkan. Caranya bagaimana? Ya keluarkan saja bukti-bukti seluruh uang masyarakat yang sudah dia terima dan bukti-bukti penyalurannya. Apalagi pada media UAH menyebutkan pengumpulan sumbangan masyarakat dan rakyat Indonesia ini akan di audit. Dan ketika UAH mengatakan "sumbangan (uang) masyarakat dan rakyat Indonesia", ini jelas sudah masuk ke dalam ranah KEPENTINGAN UMUM. Maka Pasal 310 ayat (3) bisa berbicara.

Pada cuitan Eko Kuntadi, diposting juga potongan berita yang dilansir oleh media CNN Indonesia, yang dilansir pada tanggal yang sama, 24 Mei 2021. Anehnya berita CNN ini, tidak bisa ditemukan di mesin pencari google. Yang ada malah potongan twitter dari https://tweet-per-sec.com/?q=Adi+Hidayat&lang=id, yang kalau diklik pun tak ada isinya....

Saya sih salut yah, Eko Kuntadi gercep juga menscreen shot lansiran CNN yang memberitakan bahwa UAH menyerahkn uang sebesar Rp 14.3 miliar untuk Palestina ke MUI. Pada potongan tweet-per-sec.com dinyatakan bahwa sejumlah uang sebesar Rp 24.5 miliar telah disalurkan pada hari Senin, 24 Mei 2021. Artinya, tetap tidak Rp 30.880.110.889,54 (ditulis Rp 30 miliar? Rp 880 juta itu buanyak loooh, kok dibulatkan ke bawah, tidak dibulatkan ke atas?).

Tak hanya kecepatan Eko Kuntadi menscreen shot potongan berita CNN yang sekarang sudah raib, Eko juga bahkan berhasil memiliki bukti sejumlah uang Rp 24.5 miliar telah disalurkan, dengan cara 2 kali pengiriman. 

Yang pertama via Bank Syariah Mandiri, pada tanggal 24 Mei 2021, sebesar Rp 10.272.905.500 (ini angka kok jelek banget yah, kenapa ngga dikirim Rp 10 miliar aja sih, atau Rp 10.500.000.000?), yang penyalurannya diberikan kepada Internasional Networking for Humanitarian dan yang kedua via Bank Syariah Indonesia, pada tanggal 28 Mei 2021, sebesar Rp 14.300.000.000 (nah ini angkanya enak dibaca dan ditulisnya), yang penyalurannya diberikan kepada MUI.

 jadi total yang sudah disalurkan adalh sebesar Rp 24.572.905.500 dari seluruh jumlah sebesar Rp 30.880.110.889,54, yang didapat dari masyarakat umum. Uuummm... masih ada yang ilang nih.... sebesar Rp 6.307.205.389,54 atau 20.4%... apa buat zakat mal? Atau amil zakat barangkali? atau pajak? Masa sumbangan dipajakin?

Jadi saran saya itu serius banget Pak Ustad, mening ga usah ngomong macam-macam deh. Biar selamat dunia akherat....




S: Erika Ebener


Nama

Berita,1649,Internasional,131,kesehatan,4,Nasional,1562,O,4,OPINI,19,Pilihan Editor,4,Religi,2,
ltr
item
ONEinNews.com : Pak Ustad, Mending Mikir Lagi Deh Buat Laporin Eko Kuntadi....
Pak Ustad, Mending Mikir Lagi Deh Buat Laporin Eko Kuntadi....
https://1.bp.blogspot.com/-1fXC0uj0i84/YLY2tEzLDdI/AAAAAAAAOR8/ukgrr546scYpZFmKWwv5uOUNtfSHEEv9wCLcBGAsYHQ/w640-h412/nJrJIvHX5m-feature.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-1fXC0uj0i84/YLY2tEzLDdI/AAAAAAAAOR8/ukgrr546scYpZFmKWwv5uOUNtfSHEEv9wCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h412/nJrJIvHX5m-feature.jpeg
ONEinNews.com
https://www.oneinnews.com/2021/06/pak-ustad-mening-mikir-lagi-deh-buat.html
https://www.oneinnews.com/
https://www.oneinnews.com/
https://www.oneinnews.com/2021/06/pak-ustad-mening-mikir-lagi-deh-buat.html
true
779480630151985486
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy