Yang Tak Lolos Tes TWK Harusnya Dengerin Penjelasan Fahri Hamzah

ONEINNEWS.COM - Tes TWK menjadi polemik, padahal itu hanyalah tes yang memang diperuntukkan untuk calon ASN. Hal yang sebetulnya tidak perl...



ONEINNEWS.COM - Tes TWK menjadi polemik, padahal itu hanyalah tes yang memang diperuntukkan untuk calon ASN. Hal yang sebetulnya tidak perlu diributkan menjadi kisruh karena sekelompok orang yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka gagal dalan tes tersebut.

Berbagai alasan dikemukakan, salah satunya soal tes yang aneh dan sifatnya menekan.

Harusnya mereka terima kenyataan, bukan membuat sensasi dan narasi yang memperkeruh situasi. Katanya berintegritas, masa gagal aja disikapi dengan reaksi yang sangat berlebihan?

Bila perlu, mereka harusnya dengerin penjelasan Fahri Hamzah soal tes TWK. Dia ikut memberikan tanggapan terkait soal-soal yang diajukan dalam tes tersebut. Salah satunya yaitu soal yang mengharuskan pegawai KPK untuk memilih antara Pancasila dan kitab suci.

Fahri berpendapat, soal-soal yang diajukan dalam tes TWK merupakan serangkaian tes untuk melihat reaksi kejiwaan seseorang yang akan diangkat menjadi penegak hukum. "Tes-tes seperti itu kan tes reaksi kejiwaan. Harusnya orang dites itu, kalau dia mau jadi penegak hukum, dia harus dingin. Tidak boleh mudah terprovokasi, tidak boleh goncang oleh tekanan," kata Fahri.

Fahri tak memungkiri pertanyaan dalam TWK KPK, sebagaimana beredar di pemberitaan, mengandung unsur tekanan yang agak menyasar kepada pribadi seseorang. Misalnya diminta memilih Pancasila atau kitab suci.

Menurut dia, bukan berarti misalnya memilih Pancasila benar lantas kitab suci menjadi salah. "Bukan begitu. Tapi Anda mau dicek sikap Anda kalau ada dilema seperti ini bagaimana. Itu kan menandakan jiwa kita. Mungkin itu yang diuji," kata Fahri.

Saya sempat melihat sebuah cuitan yang menanggapi soal seperti ini. Menurutnya ini mudah saja kalau orang tidak berpikiran macam-macam. Menurut dia, kalau dia ditanya seperti itu, dia akan menjawab begini, kalau dalam konteks beragama maka dia akan memilih kitab suci, kalau dalam konteks bernegara, maka dia akan memilih Pancasila sebagai landasan berbangsa.
 
"Kalau dulu KPK merekrut pegawainya sendiri, bikin keputusan tentang pegawainya sendiri, sistem pengkajian sendiri. Ini menjadi temuan BPK waktu itu. Sekarang dia harus mengintegrasikan. Makanya yang merekrut Badan Kepegawaian Negara (BKN). Jadi saya kira itu sudah merupakan integrasi kerja sistem. Wajar saja," kata Fahri.

Sebenarnya tes reaksi kejiwaan sudah umum terjadi. Kalau saat melamar pekerjaan, ada namanya psikotes. Yang pernah ikut tes ini pasti tidak bakal terkejut hingga jantungan saat menemui soal-soal yang tampak tak nyambung. Tes seperti ini memang bertujuan untuk melihat sikap dan cara pandang pelamar kerja.

Biasanya tes dalam bentuk instruksi untuk membuat sebuah gambar. Misalnya diminta menggambar sebuah pohon. Banyak yang bisa dinilai dari gambar tersebut, misalnya di mana letak pohon yang digambar, besar batang pohon, jenis cabang dan ranting, tinggi pohon dan sebagainya. Menurut yang saya baca, pohon itu melambangkan aspek terdalam dan paling tidak disadari dari kepribadian seseorang, dan juga mewakili hal-hal yang biasanya seseorang simpan untuk diri sendiri.

Bagi yang pertama kali ikut tes seperti ini, pasti akan bingung, atau mungkin mengumpat. Mau lamar kerja kok disuruh gambar aneh-aneh. Memangnya nanti kerja disuruh menggambar?

Sama halnya tes TWK. Kalau ada yang tak paham soalnya atau terintimidasi atau bahkan marah, artinya ada sesuatu yang tidak beres dan perlu dievaluasi, kan? Ini simpel sebenarnya.

Lebih simpelnya lagi. Kalau gagal ya gagal. Justru mereka memperpanjang masalah ini dengan sikap yang tidak patut dicontoh. Menebar narasi, lapor ke Komnas HAM, ketemu dengan PGI, MUI. Besok entah siapa lagi yang akan ditemui.

Mereka anggap tesnya bermasalah. Justru pikirkan lagi, kenapa yang lolos jauh lebih banyak, sedangkan yang tidak lolos cuma sekitar 5,5 persen? Disebut bermasalah kalau yang tidak lolos mencapai 95 persen dan yang lolos hanya 5 persen. Itu baru pantas dicurigai tesnya seperti apa.

Saya kali ini setuju dengan Fahri Hamzah. Tes ini ibarat menilai reaksi kejiwaan atau sikap dalam menyikapi sebuah masalah. Mereka tidak lolos dan itu wajar. Yang tidak wajar adalah, gagal tes dan ngotot mau melawan balik. Harusnya introspeksi sih.

Bagaimana menurut Anda





S: Xhardy


Nama

Berita,1649,Internasional,131,kesehatan,4,Nasional,1562,O,4,OPINI,19,Pilihan Editor,4,Religi,2,
ltr
item
ONEinNews.com : Yang Tak Lolos Tes TWK Harusnya Dengerin Penjelasan Fahri Hamzah
Yang Tak Lolos Tes TWK Harusnya Dengerin Penjelasan Fahri Hamzah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqgEkOEt_a_MMtaHwDuzD6fxm408VXPYzgvtNFLSbXa3L7dVyYQ-nbBzsJukQfTEMqs5H9l-g8CX-T6D5_LoPOn-_jk85u_oKsPhPKXuEIvf74Y1FJlM-wX63UQ44fo7kIKtSGi_hL0o0w/w640-h344/Screenshot_2021-06-05-20-51-36-74.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqgEkOEt_a_MMtaHwDuzD6fxm408VXPYzgvtNFLSbXa3L7dVyYQ-nbBzsJukQfTEMqs5H9l-g8CX-T6D5_LoPOn-_jk85u_oKsPhPKXuEIvf74Y1FJlM-wX63UQ44fo7kIKtSGi_hL0o0w/s72-w640-c-h344/Screenshot_2021-06-05-20-51-36-74.jpg
ONEinNews.com
https://www.oneinnews.com/2021/06/yang-tak-lolos-tes-twk-harusnya.html
https://www.oneinnews.com/
https://www.oneinnews.com/
https://www.oneinnews.com/2021/06/yang-tak-lolos-tes-twk-harusnya.html
true
779480630151985486
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy