Benarkah Ada Motif “Politik” Dibalik Pemecatan dr. Terawan?

ONEINNEWS.COM - Itulah kata pertama yang terlintas dalam benak penulis sebagai salah seorang rakyat kecil ketika mendengar nama Prof. Dr. d...



ONEINNEWS.COM - Itulah kata pertama yang terlintas dalam benak penulis sebagai salah seorang rakyat kecil ketika mendengar nama Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, SpRad (K) dipecat oleh IDI dalam Muktamar Ke-31 mereka di Banda Aceh beberapa hari yang lalu.

Pemecatan Mantan Menteri Kesehatan ini ini berdasarkan rekomendasi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI yang dibacakan dalam Muktamar ke-31 IDI di Banda Aceh.

Meski keputusan pemberhentian dokter Terawan baru disampaikan di Muktamar IDI di Aceh, Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman mengatakan, pemberhentian Terawan sejatinya sudah direkomendasikan tiga tahun lalu saat Muktamar IDI di Samarinda. Sumber

Jadi ingat jika sebelumnya dr Terawan juga pernah diberhentikan sementara dari MKEK IDI terhitung 12 bulan sejak 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019. Sumber

Sebenarnya, awal mula dr Terawan dipecat oleh IDI karena beliau memperkenalkan terapi cuci otak sebagai penyembuhan penyakit stroke.

Mereka mengatakan bahwa terapi ini harus diuji coba kepada hewan, tidak boleh diuji coba pada manusia langsung, tetapi faktanya banyak orang yang sudah merasakan manfaat dari terapi otak oleh dr Terawan ini antara lain Try Sutrisno, mantan kepala BIN Hendropriyono, tokoh pers Dahlan Iskan beserta istrinya, SBY, Aburizal bakrie, Prabowo dan tokoh lainnya.

Menurut SBY, sudah ada ribuan orang yang merasa tertolong dengan pengobatan yang dilakukan dokter Terawan, salah satunya seorang perdana menteri.

"Banyak yang merasa ditolong. Saya punya sahabat, seorang pemimpin dunia, saya tidak perlu sebut namanya. Dia memiliki keluhan di bagian kepala. Berobat ke dua negara tetangga kita yang dianggap maju di bidang kedokteran tidak sembuh," cerita SBY. Sumber

"Akhirnya datang ke Jakarta. Karena dia seorang PM, dokter Terawan sempat menyampaikan kepada saya, saya sampaikan silakan sesuai dengan yang berlaku selama ini. Singkat kata, sahabat saya itu sembuh," ungkap SBY dalam rekaman video. Sumber

Keberhasilan metode DSA oleh dr Terawan penah dialami oleh orang tua Wadanlantamal (Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AL) II Padang, Kolonel Marinir Freddy Jhon H Pardosi. Menurut Freddy, hasil pengobatan Terawan sangat baik dan biayanya pun menjadi lebih murah. 

"Saya alami sendiri beberapa tahun yang lalu. 2 x ibu tindakan DSA di RSPAD, saya menghadap dan minta tolong diringankan biaya. Puji Tuhan langsung dibantu," katanya dalam keterangan tertulis. Sumber

Pada tanggal 12 November 2018 Kedutaan Besar Vietnam untuk Indonesia juga pernah menjalin kerja sama dengan RSPAD Gatot Soebroto bahwa akan ada 1.000 pasien Vietnam menjalani terapi cuci otak. Sumber

Article

Dalam pengalamannya, pasien bisa sembuh dari stroke selang 4-5 jam pasca-operasi. Metode pengobatan tersebut bahkan telah diterapkan di Jerman dengan nama paten 'Terawan Theory'. Sumber

Article

Atas pengabdiannya, Terawan mendapatkan sejumlah penghargaan. Di antaranya penghargaan Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) dan dua rekor MURI sekaligus sebagai penemu terapi cuci otak dan penerapan program Digital Substraction Angiogram (DSA) terbanyak.

Terawan membuktikan kepada dunia medis, meski menjadi dokter militer, ia tetap bisa memberikan penemuan metode baru dan pelayanan cepat kepada pasien stroke agar cepat sembuh.

Pada tahun 2018, dr Terawan juga pernah diundang oleh RS Kraukenhause Nordwest di Jerman yang mengajaknya riset bersama terkait terapi otak yang dikembangkan oleh dr Terawan.

Pada saat itu, dr Terawan menyatakan tengah memenuhi undangan RS terkenal di Jerman sekaligus menunjukkan kemampuan dan kepakaran dokter Indonesia.

“Ya, sekalian menunjukkan kesejajaran ilmu orang Indonesia dengan teman-teman di Jerman. Jangan sampai kami di Indonesia hanya dianggap main ngeyel saja dan tidak ilmiah. Sedangkan negara lain sangat menghargai. Kalau bisa nangis saya nangis tenan karena sedih, ” ujarnya kepada media. Sumber

Article


 
Jadi sungguh sangat aneh juga jika dr Terawan yang sudah banyak menyembuhkan pasien stroke lebih cepat, mendapatkan banyak penghargaan, pernah diundang ke Jerman terkait terapi cuci otaknya tetapi di Indonesia, malah dipecat?

Ada yang tahu apa yang sudah mereka lakuan selama ini untuk menyembuhkan pasien stroke secara cepat?

Apakah mereka tidak mau banyak orang stroke bisa cepat sembuh sekitar 4-5 jam pasca operasi seperti yang dilakukan oleh dr Terawan selama ini?

Ada juga yang mengatakan bahwa biaya terapi otak dr Terawan tidak murah, seolah ingin membuat narasi “jahat” bahwa dr Terawan mencari keuntungan pribadi…

Memang benar, biaya terapi otak oleh dr Terawan ini tidak murah, sekitar 23-25 juta rupiah.

"Sebenarnya untuk DSA-nya sendiri cuma 23 juta atau 25 juta (rupiah), sekitar itu," ungkapnya saat ditemui di Rumah Sakit Kepresidenan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Sumber

Namun menurutnya, biaya yang membengkak justru dikarenakan biaya pemeriksaan-pemeriksaan lainnya. Seperti pemeriksaan yang berkaitan dengan penyakit lain.

"Tetapi yang jadi permasalahan adalah pemeriksaan lain, penunjang, dokter-dokter lain yang memeriksa, kaitan dengan penyakit-penyakit lain, itulah yang membuat membengkak. Sebenarnya DSA sendiri murah," ujarnya. Sumber

Jika dengan biaya sebesar itu bisa sembuh setelah 4-5 jam pasca operasi, itu relatif lebih “murah” daripada biaya operasi stroke secara biasa, belum termasuk biaya rumah sakit, biaya obat-obatan syaraf yang harganya mahal bahkan biaya terapi yang membutuhkan waktu yang lama tergantung ringan atau beratnya kasus stroke yang dialami oleh pasien.

Miris memang, dr Terawan yang sudah berhasil menyembuhkan orang malah dipecat, dr Sunardi pendiri Hilar Amar Society Indonesia(HASI) yang merupakan oknum dokter yang tersangkap paham radikalisme malah diucapin bela sungkawa? Sumber

Article

Jangan katakan jika mereka tidak tahu bahwa HASI sudah ditetapkan sebagai organisasi terlarang oleh PBB sejak tahun 2015 silam. Sumber

Article

Jadi kita bisa menilai sendiri kenapa metode cuci otak oleh dr Terawan yang sudah banyak menyembuhkan pasien stroke tidak disukai oleh pihak lain.

Apakah karena ada “dapur” oknum dokter yang terganggu karena mereka tidak bisa lagi mendapatkan banyak uang jika semua pasien stroke memilih terapi otak oleh dr Terawan yang sudah terbukti menyembuhkan dalam waktu 4-5 jam pasca operasi?

Kita tidak menyalahkan sebuah institusi tetapi kita harus sadar bahwa selalu ada oknum di dalam sebuah institusi dan itu pasti.

Apalagi ketika kita ketahui bahwa Ketua PB IDI periode 2022-2025 yang bernama Muhammad Adib Khumaidi juga ternyata menjabat sebagai Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sumber

Informasi yang sama bahwa Muhamamd Adib Khumaidi sebagai Ketua Lembaga Kesehatan Majelis MUI juga bisa dilihat dalam situs internal mereka yang beralamat di https://mui.or.id/berita/33800/masyarakat-perlu-mendapat-informasi-dan-edukasi-kesehatan-menjelang-ramadhan/

Article

Dan banyak oknum di MUI tidak suka dengan pemerintahan Presiden Jokowi karena “dapur” mereka terganggu setelah kewenangan sertifikat halal sekarang diambil alih oleh Kemenag dan hasilnya juga masuk ke kas negara.

Apakah ini sebuah kebetulan?

Bagaimana menurut Anda?

Wassalam,

S: Nafys Seword


Nama

Berita,1649,Internasional,131,kesehatan,4,Nasional,1562,O,4,OPINI,19,Pilihan Editor,4,Religi,2,
ltr
item
ONEinNews.com : Benarkah Ada Motif “Politik” Dibalik Pemecatan dr. Terawan?
Benarkah Ada Motif “Politik” Dibalik Pemecatan dr. Terawan?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOMWDrOcLpc7ZIP650WVWrUtyw2Aez-r8SlAdz6HMhy1HqC4s4WGEy0uroRnZcuLPCF_VpKJ4WHL-dwdcikzGPczf1Q0KFExMRnvR2QhIC0JjMqPiXeDJqyeGBzwTNmiyHgusBgImlOI-2AtFyFnEViq8wk734cv6uJ6GBZasaUTNI1qRCeIfj8SDw5A/w640-h428/IMG_20220404_204313.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOMWDrOcLpc7ZIP650WVWrUtyw2Aez-r8SlAdz6HMhy1HqC4s4WGEy0uroRnZcuLPCF_VpKJ4WHL-dwdcikzGPczf1Q0KFExMRnvR2QhIC0JjMqPiXeDJqyeGBzwTNmiyHgusBgImlOI-2AtFyFnEViq8wk734cv6uJ6GBZasaUTNI1qRCeIfj8SDw5A/s72-w640-c-h428/IMG_20220404_204313.jpg
ONEinNews.com
https://www.oneinnews.com/2022/04/benarkah-ada-motif-politik-dibalik.html
https://www.oneinnews.com/
https://www.oneinnews.com/
https://www.oneinnews.com/2022/04/benarkah-ada-motif-politik-dibalik.html
true
779480630151985486
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy